Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Wednesday, November 15, 2017

The Rest of Us Just Live Here (Yang Biasa-Biasa Saja)



Berkisah tentang kehidupan Yang Biasa-Biasa Saja dari seorang remaja bernama Mikey. Problema keluarga, kecenderungan berlebihan dalam dirinya, dan tidak ketinggalan, kisah cinta dibalut persahabatan. Memiliki ibu yang terobsesi menduduki posisi dalam politik dan Ayah yang alkoholik, membuat Mel, Mikey, dan Meredith, saling menguatkan dan menjaga. Hubungan kakak-beradik inilah yang menjadi salah satu bagian berkesan dalam cerita, terutama interaksi Mel dan Mikey yang masing-masing memiliki kecenderungan bermasalah.

Gangguan Obsesif Kompulsif, kebiasaan mengulang gerakan karena kecemasan dan ketakutan yang diciptakan pikiran Mikey menjadi konflik pribadi dan persahabatan. Kebiasaan mengulang gerakan dan gelisah ketika melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan pikirannya, kerap melanda Mikey, termasuk ketakutan-ketakutan Mikey bahwa dirinya tidak diinginkan saat bersama sahabatnya. Kecemasan berlebihan membuat hubungannya dengan Jared, sahabatnya, menjadi memanas.

Yang Biasa-Biasa Saja, tak lagi biasa, saat Patrick Ness menambahkan unsur fantasi dalam bukunya. Sosok Jared, yang duapertiga jiwanya adalah dewa kucing dan anak-anak indie yang meninggal satu per satu, menjadikan cerita lebih beriak dan membuat penasaran. Sayangnya, bagian cerita yang selalu diselipkan pada awalan bab ini, alurnya cepat, buru-buru, dan tidak cukup bisa dinikmati. Agak menjengkelkan juga karena saya sendiri seperti dikejar-kejar setiap membaca bagian cerita anak indie.

Judul: Yang Biasa-Biasa Saja | Judul Asli: The Rest of Us Just Live Here | Penulis: Patrick Ness | Penerjemah: Angelic Zaizai | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Terbit: Pertama 2017 | Tebal: 284 hlm | Harga: Rp. 68.000 (harga diskon di www.parcelbuku.net) | Bintang: 3/5
Share:

Friday, November 3, 2017

[Winner] Jejak Cinta 20 Tahun





Salam,

Pemenang Giveaways  #JejakCinta20th adalah Artha Amalia



Bagi, pemenang silakan kirim data diri ke email sinthionk@gmail.com

Makasih yaa ...
Share:

Monday, October 16, 2017

[Ulasan + Giveaways] Jejak Cinta, 20 Tahun Berlalu



Mencari seseorang yang telah menjejakkan kenangan 20 tahun yang lalu, tanpa informasi yang jelas, bukan perkara mudah. Itulah yang terus berputar di benak Abby ketika Paman Ben memilih dia dan Keegan menemani pencariannya. Paman Ben, pria eksentrik 40 tahun yang tidak dapat melepaskan bayangan Rinjani, perempuan yang dicintainya 20 tahun silam. Patah hati ternyata bisa membuat hidup seseorang terkungkung selama 20 tahun.

“… apakah kamu bisa mengganti orang yang hilang dengan yang baru? Tidak. Karena kalau kita bicara tentang orang, kita bicara tentang emosi, kenangan, dan semua hal yang rasakan terhadapnya, yang tidak kita rasakan terhadap orang lain.” ~ Paman Ben - h.167

Perjalanan yang terasa tidak masuk akal ini ternyata tidak membuat keluarga Hadison melarang kepergian Paman Ben. Keluarga besar yang SANGAT mencintai kebersamaan ini, malah mendukung 100%, demi tak ingin kehilangan kembali Paman Ben yang sempat ‘melarikan-diri’ ke tanah Leiden, Belanda selama 20 tahun. Tinggallah Abby yang harus rela menjadi “partner in crime” Paman Ben, bersama Keegan.

Nah, salah satu yang membuatku jatuh cinta dalam buku ini adalah Keluarga Hadison yang terasa kehangatannya setiap kali anggota keluarga berinteraksi. Terutama saat para sepupu beraksi, kekocakan pasti hadir dalam alur cerita. Penulis menggambarkan, bahwa tidak selalu tinggal bersama orangtua itu menyedihkan tapi bisa jadi kekuatan, apalagi didukung dengan kekompakan dan keahlian masing-masing. Rasanya seperti mempunyai ‘negeri’ sendiri. Sebuah latar lakon yang sangat mendukung cerita.

Perjalanan dimulai dari Mandeh, tempat sahabat Paman Ben yang diperkirakan mengetahui sedikit info tentang Bu Rinjani. Sayangnya, lagi-lagi info yang didapatkan Paman Ben tidak sesuai keinginan dan membuat Abby-Keegan harus ‘tepok-jidat’ berkali-kali. Di sisi lain, interaksi Abby-Keegan, yang berseberangan dalam menyikapi perjalanan Paman Ben ini menambah konflik dalam alur.

“Sesuatu yang mematahkan  hatinya puluhan tahun lalu. Bu Rinjani yang sudah membuatnya down dua puluh tahun lalu, boleh jadi akan melakukan yang sama kali ini.” ~ Abby – h. 118

“Dia tahu, Abby, tapi dia memilih menjalani ini supaya dia tahu kebenarannya. Dia mencari kebenaran. Mengerti?!” ~ Keegan – h. 121

Sepanjang perjalanan tidak melulu berisikan kesedihan seorang pria yang menyimpan kenangan, tapi interaksi yang tak ayal membuat tersenyum, meski diliputi kejengkelan. Ceplosan-ceplosan seperti senyum selebar nampan atau pengartian ekspresi yang menyiratkan banyak makna, menjadi kekocakan yang mewarnai sebagian besar alur. Selain itu, wisata alam dan kuliner yang diperkenalkan penulis digambarkan dengan menggiurkan, serasa mengikuti acara Pak Bondan ‘Maknyus’.

Satu lagi, yang menarik adalah gambaran karakter remaja, yang menginjak dewasa, dalam novel Jejak Cinta layak diacungi jempol. Beberapa karakternya menunjukkan meski usia tergolong muda, mereka telah memiliki impian dan tujuan hidup, walau tetap saja sikap jail dan suka menggoda mewarnai interaksi mereka. Bakalan menarik jika Novel Jejak Cinta diangkat ke dalam film sembari mengenalkan kuliner dan wisata alam Provinsi Sumatera Barat.

Jejak Cinta, 20 Tahun Berlalu | Maya Lestari Gf | PastelBooks | Pertama, Agustus 2017; 290 hlm | Harga: Rp. 75.000 (harga diskon di www.parcelbuku.net)

****

 GIVEAWAYS JEJAK CINTA, 20 TAHUN BERLALU

Salam Baca!!

Sudah baca ulasan Jejak Cinta, kan? karena nantinya ada pertanyaan yang berkaitan dengan ulasan di atas.

Nah, saatnya giveaways!! Ada hadiah 1 novel #JejakCinta karya Mbak @mayalestarigf yang diterbitkan @pastelbooks.id untuk kamu yang beruntung. .
.
Caranya gampang banget :
  1. Share ulasan ini di akun twittermu dengan hastag #GAJejakCinta20th
  2. Follow akun twitter @mayalestarigf dan  @sinta_nisfuanna
  3. Sebutkan akun twittermu dan jawab dua pertanyaan di kolom komentar, "kalimat 'senyum selebar nampan' terletak pada paragraf berapa?" dan "Mengapa kamu menginginkan novel ini?"
  4. Bersedia mereview novel ini di blog atau akun facebook.
  5. Akun tidak diprivate
  6. Giveaway ini dimulai dari tanggal 16 - 22 Oktober 2017
Btw, ada giveaways #JejakCinta satu lagi yang bisa kamu ikuti di Instagram @sinta.705
Share:

Sunday, October 8, 2017

Honeymoon For Sophie


“Setelah adikmu menikah, kamu juga harus segera menikah. Kalau perlu, Ibu cariin calonnya.” ~ h, 14

Mona harus berhadapan dengan semakin gencarnya kekhawatiran susah-jodoh dari sang Ibu, sejak Sophie memutuskan menikah dengan pacar bulenya. Namun, yang lebih mengkhawatirkan Mona adalah pacar Sophie, Maxi, yang tidak jelas dan baru dikenalnya selama 6 bulan. Selain itu, kepenatan Mona tidak hanya berputar di masalah keluarganya, tapi juga bos yang dianggapnya killer.

Di sisi lain, keputusan dadakan Sophie, menghebohkan keluarganya. Sophie sedang mabuk kepayang dan dipenuhi bayangan romantisme hidup bersama Maxi. Sayang, hidup tak seindah bayangan hingga tragedi dan utang menjadikan Sophie harus kejar-kejaran dengan Maxi.

Alur cerita disusun dari dua sudut pandang, Mona dan Sophie. Sebenarnya, judul buku agak gak adil karena sangkaan awal cerita berfokus pada Sophie, padahal porsi cerita kehidupan Mona pun tak kalah besar dalam cerita. Tapi, alur cerita Sophie menurutku lebih menarik daripada Mona yang terkesan mulus. Selain itu, karakter tokoh bos Mona yang dikatakan killer, tidak tergambar dengan baik karena dari awal interaksi Mona dan bosnya, Adrian, ‘baik-baik saja’.

Memang benar, faktor umur sangat mempengaruhi kenikmatan membaca, apalagi kalau sudah berstatus emak-emak. Tipe ceritanya lebih cucok bagi penyuka teenlit/metropop dan kemungkinan besar bisa bikin yang baca senyum-senyum dengan sindiran-sindiran sinisnya. Tapi, untukku sendiri, alur ceritanya kurang halus, terutama perasaan Mona.

Bagian yang menarik dan berhasil membuatku bertahan membaca Honeymoon for Sophie adalah Ide kuisioner dan surat pembaca di setiap akhir bab. Bisa dibilang, aku selalu penasaran dengan kuisioner berikutnya, selama membaca. Konyol, bahkan ada kuisioner yang membuatku tertawa.

Honeymoon For Sophie | Retha | Bhuana Ilmu Populer | 2016 ; 264 hlm | 2/5 bintang | Harga: Rp. 66.000 (harga diskon di www.parcelbuku.net)
Share:

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Ibu Pendidik Generasi Islam - “… mendidik seorang wanita itu sama saja dengan mendidik sebuah generasi.” ~ Prakata Penerbit Setinggi apapun pendidikan seorang anak, pengaruh besar...
    5 weeks ago
  • [Ngoceh Buku] Salju Part #3 - #IsiBuku *#SaljuOrhanPamuk* (209/731) . . Semakin berat makna isi dari pemikiran dan dialog Ka, tapi juga semakin menghanyutkan dalam pelitnya konflik. Ma...
    5 weeks ago
  • Ummu Salamah - “Di antara keutamaan istri-istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah mereka lebih memilih Allah dan Rasul-Nya.” ~ h.19 Berpredikat Ummahatul ...
    1 month ago
  • Teruslah Bertanya … - #CeritaBuku #DuniaSophie ​[511/785] ‘Tapi akan selalu menjadi watak dari akal manusia untuk menanyakan dari mana bola itu berasal. Itulah sebabnya mengapa ...
    4 months ago

Popular Posts

Done!

2017 Reading Challenge

2017 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 100 books in 2017!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20