Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Tuesday, December 6, 2016

Barakamon Vol. 3

Judul: Barakamon Vol. 3 | Penulis: Satsuki Yoshino | Penerjemah: Adriani Halim | Penerbit: Elex Media Komputindo | Terbit: Oktober 2015 | Tebal: 216 hlm | Harga: Rp. 22.500 | Bintang: 4/5

“Guratan hurufmu bisa dibilang seperti huruf baku. Sesuatu yang ditulis hanya untuk meraih penghargaan.”
Kritikan senada dengan itulah yang menjadi salah satu sebab Handa Seishu ‘mengungsi’ ke desa atas rekomendasi Ayah dan Kawafuji, teman satu-satunya. Kali ini, Kawafuji datang ke desa bersama dengan Kosuke Kanzaki, si juara 1 kaligrafi usia 18 tahun, yang pernah mengalahkan dan membuat Handa stress akut.
 
Sempat membuat Hiroshi dan Miwa khawatir dan melakukan aksi pencegahan, ternyata keadaan tidak semengerikan bayangan mereka. Seri kali ini terasa lebih dalam karena mengangkat motivasi dan semangat Handa dan Kosuke bergelut di dunia kaligrafi. Tetap gokil dan sarat dengan kehangatan persahabatan penduduk desa.
Share:

Pena Beracun

Judul: Pena Beracun | Judul Asli: The Moving Finger | Penulis: Agatha Christie | Penerjemah: Ny. Suwarni A.S | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Terbit: Keenam, Maret 2013 | Tebal: 320 hlm | Harga: Rp. 48.000 | Bintang: 4/5

Dalam proyek membaca novel Agatha Christie, akhirnya saya ‘berjumpa’ dengan Miss Marple, setelah sebelumnya selalu ‘menyelidiki bersama’ Hercule Poirot. Sebenarnya, kehadiran Miss Marple di novel ini hanya sejenak, bahkan jelang cerita berakhir, tapi sudah dipastikan mengubah struktur berpikir yang sebelumnya sudah susah payah dibentuk.

Cerita diawali dengan kisah Jerry Burton yang mencari tempat tenang supaya proses penyembuhan dari kecelakaan pesawat terbang bisa segera pulih. Sayangnya, pilihan tempat Jerry dan adiknya, Joanna, yang kelihatannya tenang, ternyata menyimpan ketegangan. Selang sehari-dua hari setelah kepindahan mereka ke Desa Lymstock, sebuah ‘sambutan’ diterima dalam bentuk surat kaleng. Kejadian yang benar-benar di luar dugaan, dan menjadi awal petualangan Jerry Burton mengenal keaslian Desa Lymstock.
“Surat itu mengggunakan kata-kata kasar yang tidak senonoh dan menyatakan bahwa aku dan Joanna sebenarnya tidak bersaudara.” (h.22)
Rupa-rupanya surat kaleng sudah lama tersebar ke penduduk desa, Jerry dan Joanna hanyalah salah satu yang mendapatkan surat yang hanya berisi omong kosong. Tapi, apakah semua surat memang berisikan omong kosong? “Tidak ada asap tanpa api,”menjadi ungkapan yang sering muncul di sekitar Jerry setiap kali berkaitan dengan surat kaleng. Tebakan atau analisa siapa dan kenapa si pengirim surat kaleng sering terlontar.
“Seperti sudah kukatakan. Ada sekrup otaknya yang tak beres. Kurasa hal itu memberi kepuasan atas dorongan-dorongan tertentu. Bisa seseorang dibentak-bentak terus, tak dipedulikan, frustasi, atau hidupnya kosong dan membosankan, maka dia akan merasakan suatu dorongan yang kuat untuk menikam orang-orang yang nampak bahagia dan menikmati hidupnya --- dengan cara yang licik.” (h.56)
Sepanjang cerita, Jerry mengajak pembaca untuk mengenal penduduk desa dan menganalisa si Pena Beracun, sebutan untuk pengirim surat kaleng. Sudah pasti, sisi psikologis si Pena Beracun, menjadi sasaran yang menarik untuk dibaca. Ceritanya sendiri mengalir dengan pelan dan datar karena sebagian besar diisi dengan pertemuan dan obrolan Jerry dengan penduduk desa. Tapi, kemunculan surat kaleng menjadi  ‘bintang’ yang selalu membuat saya penasaran dengan kelanjutannya.
“Aku sekarang merasa heran bahwa dalam spekulasi kami mengenai apa yang dipikirkan si Pena Beracun itu, kami tak bisa membayangkan sesuatu yang jelas dan nyata. … Namun, reaksi yang benar, yang nyata, tidak kami pikirkan---atau tepatnya harus kukatakan, aku yang tidak memikirkannya. Reaksi itu adalah ‘Rasa Takut’.” (Jerry Burton – h.141)
Plot cerita sedikit naik saat Mrs. Symmington ditemukan bunuh diri. Penemuan yang menggemparkan Desa Lymstock yang selama ini seperti tak kenal kejahatan. Surat kaleng ditemukan di antara benda yang berada di sekitar kematian Mrs. Symmington. Kematian kembali muncul saat ditemukannya mayat Agnes Woddell, pelayan rumah Mr. Symmington. Surat kaleng masih tetap menjadi kambing hitam yang setia ‘menemani’ pemberitaan kematian-kematian tersebut.
“Anda rupanya tak bisa memahami keadaan mental Pena Beracun --- apa saja yang ditemukannya, dimanfaatkannya. Boleh dikatakan bahwa dendamnya adalah terhadap seluruh umat manusia.” (Kapten Nash ~ h.203)
Bagian yang membuat saya agak janggal dan kadang terkesan dipaksakan adalah saat-saat Jerry berada di lokasi strategis kejadian tanpa alasan yang mendesak atau berdasarkan insting. Selain kejanggalan itu, novel Pena Beracun sangat menarik dan berhasil mempertahankan rasa penasaran sampai halaman terakhir. Btw, Tebakan saya, SALAH! Pembunuh benar-benar di luar area imajinasi dan daya selidikku #halah. Satu lagi, alur ceritanya benar-benar menjebak.
“Kebencian bisa membuat orang jadi buta, ya jadi buta. Tapi orang buta pun mungkin bisa menikam tepat di jantung, secara kebetulan sekali…” (h. 90)

Share:

Friday, December 2, 2016

Kindaichi R Vol. 3

Judul: Kindaichi R Vol. 3 | Penulis: Seimaru Amagi dan Fumiya Sato | Penerjemah: Anggie Virgianti | Penerbit: Elex Media Komputindo | Terbit: 2016 | Tebal: 192 hlm | Harga: Rp. 22.500 | Bintang: 3/5




Penyelidikan pembunuhan di sekolah Arwah menjadi peseteruan antara Kindaichi dan si Pesulap Marionet dari Neraka. ‘Perang’ kecerdikan mulai diadu saat pembunuhan beruntun mulai dilakukan dengan taktik yang sulit untuk dipecahkan.

“Tampaknya semua berjalan lancer hingga saat ini. Aku berharap arwah kepala sekolah dapat menyempurnakan ‘seni’ku dengan baik. SMP Kogane ini pun akan menjadi salah satu ‘keping’ yang penting bagiku. Kepingan-kepingan puzzle ini sedikit demi sedikit menjadi utuh dengan ruteku. Rute sang ‘Pesulap Marionet dari Neraka.”
Banyak kebetulan dalam pemecahan kasus ini, seperti pecahnya gelang Miyuki dan kertas yang ketumpahan air panas. Tapi, tetap saja, ketajaman otak Kindaichi masih layak diacungi jempol. Kasus berikutnya berkaitan dengan Pengantin Rubah dan dendam masa lalu, sepertinya kali ini, nyawa Kindaichi juga menjadi sasaran si pembunuh. Mari lanjut ke seri berikutnya …

Share:

Tuesday, November 29, 2016

Hell's Kitchen Vol. 3

Penerjemah: Adrian
Penerbit: Elex Media Komputindo
Terbit: 2015
Tebal: 200 hlm
Harga: Rp. 22.500
Bintang: 4/5

Seri kali ini lebih menarik buatku karena bercerita tentang bahan baku makanan, tidak melulu tentang teknik memasak. Perseteruan antara Jurusan Masak dan Jurusan Pertanian.
 
“Asal organik, apa saja boleh!” Gara-gara celetukan Satoru ‘hawa panas’ antara Jurusan Masak dan Jurusan Pertanian semakin membara. Jurusan Pertanian tidak terima dengan perlakuan menyepelekan dari Jurusan Masak dan kata-kata tersebut sangat menyinggung Inukai Nao. Suatu hari dia mendatangi Jurusan Pertanian untuk meminta maaf dan berujung dengan mengumumkan keinginannya untuk pindah Jurusan Pertanian.
“Baik bahan maupun memasak sama-sama penting. Kalau bahannya jelek tak akan bisa seenak ini, tapi rasanya juga tidak bisa dihidupkan tanpa memasak.”
Btw, sepertinya setiap serial fans cewek Satoru selalu bertambah ya :D
Share:

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

Popular Posts

Done!

2016 Reading Challenge

2016 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 60 books in 2016!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20