Twitter Facebook Delicious Digg Stumbleupon Favorites More
everyone is a reader. Some just haven't found their favorite book yet

Wednesday, December 21, 2016

A Chef of Nobunaga Vol. 6

Judul: A Chef of Nobunaga Vol. 6 | Penulis: Mitsuru Nishimura & Takurou Kajikawa | Penerjemah: Febrian Anatasyah | Penerbit: m&c! | Terbit: 2014 | Tebal: 192 hlm | Harga: Rp. 22.500 | Bintang: 4/5


Kondisi terdesak Nobunaga ternyata tidak membuat kepalanya buntu dengan rencana. Nobunaga memutuskan menantang memasak kuil Hongaji, pihak yang dapat mempengaruhi kekuatan lawan. Isi perjanjian mereka, apabila pihak Oda menang, “Kuil Honganji harus menyerahkan setengah dari wilayahnya kepada pihak Oda” sedangkan, apabila pihak Kuil Honganji menang, “Pihak Oda tidak boleh berbuat macam-macam terhadap kuil Honganji dan tidak boleh mencampuri urusan keshogunan selama 10 tahun.”
“Dengar baik-baik Ken, ini bukan negosiasi. Dengan membuat kuil Honganji menyerah, kita dapat memperlemah kekuatan Sekte Monto yang berhubungan dengan ketua dari setiap negeri. Berjuanglah dengan mempertaruhkan nyawamu.” (Oda Nobunaga)
Juru masak Kuil Honganji semakin misterius karena pertemuannya dengan Ken sempat membuatnya syok, sepertinya juga memiliki hubungan dengan Ken di masa lalu (?). Berita dukanya di seri kali ini adalah kematian seseorang yang sangat penting bagi Ken dan Oda Nobunaga, termasuk saya…hiks

Share:

Tuesday, December 20, 2016

Kenangan Kematian (Sparkling Cyanide)

Judul: Kenangan Kematian | Judul Asli: Sparkling Cyanide | Penulis: Agatha Christie | Penerjemah: Ade Dina S. | Penerbit: Gramedia Pustaka Utama | Terbit: Ketujuh, Agustus 2014 | Tebal: 312 hlm | Bintang: 4/5




Kisah dibuka dengan kenangan enam orang tentang Rosemary Barton yang meninggal hampir setahun yang lalu, George Barton, Iris Marle, Anthony Browne, Ruth Lessing, Pasangan Stephen Farraday dan Alexandra Farraday. Kematian yang dianggap bunuh diri menjadi tanda tanya besar saat muncul surat kaleng yang menyebutkan bahwa Rosemary dibunuh. Surat yang dikirimkan kepada sang suami, George Barton, tak hanya menyimpan misteri kematian tetapi juga skandal besar yang dapat menghancurkan seseorang.

Kehadiran surat kaleng tersebut, mau tak mau membuat George dan Iris Marle, adik Rosemary, mengeruk kembali ingatan demi mendapatkan misteri sebenarnya dari kematian Rosemary. “Jangan ketakutan begitu, Nona. Kau mesti menolongku. Kau harus mengingat-ingat semuanya. Ya, aku tahu bicaraku tak karuan, tapi kau akan segera mengerti, bila melihat surat-surat ini.” (George ~ h. 42) Ingatan Iris pun kembali ke suatu hari, saat menemukan Rosemary menangis sambil ‘mempersiapkan’ surat wasiat.

Iris Marle baru mencium skandal saat menemukan surat cinta Rosemary kepada ‘Leopard’, sebuah nama samaran. Misteri pun bertambah dengan menebak siapa sosok Leopard yang dipuja Rosemary sebelum kematiannya. Kematian yang terjadi di sebuah meja restoran dengan undangan khusus kepada enam orang tersebut, untuk merayakan ulangtahun Rosemary. Maka, tak hanya Iris Marle yang harus menggali ingatan tetapi kelima orang lainnya juga, dan masing-masing memiliki potensi menjadi pembunuh, sadar ataupun tak sadar.

“Rosemary itu anak bodoh, memang dari dulu begitu. Cantik seperti bidadari dan bodoh seperti kelinci. Tipe wanita pada siapa banyak pria jatuh cinta tapi tak pernah lama.” (Victor Drake - h.53)
“Setelah berbicara dengannya aku sadar betapa tak meyakinkan bagiku kematian karena bunuh diri itu. Lagi pula aku sangat mengenalnya. Dia itu bisa terserang rasa sedih yang bertubi-tubi. Dia bisa meluap-luap karena satu soal saja, dan kadang-kadang bertindak sembrono dan ngawur, tapi tak pernah aku mendapatinya ingin ‘lepas dari semua itu’.” (George – h. 134)
Segalanya menjadi semakin rumit saat George mengadakan acara yang sama dengan setahun yang lalu, para undangan yang sama, tema yang sama, hanya kali ini yang berulang tahun, Iris Marle. Sangkaan awal George untuk menjebak si pembunuh dengan menciptakan suasana yang sama dan unsur mistis ternyata tidak berjalan dengan baik karena adanya pembunuhan kedua yang terjadi.

“Pembunuhan yang baru ini seolah-olah membuktikan bahwa yang dulu itu bukan bunuh diri. Meskipun rasanya Anda tak dapat menyalahkan kami yang saat itu menerima keputusan bahwa dia bunuh diri. Sebab ada bukti yang menguatkan.” (h.169)
Kasusnya sebenarnya sederhana, sempat menebak si pembunuh tapi karena Agatha Christie ahli dalam memperumit alur, efeknya tebakan masih dipenuhi keraguan. Menariknya pembunuhan kali ini, sisi psikologisnya terasa kuat, baik proses analisa sampai alasan di balik pembunuhannya, mungkin karena hanya ada enam tersangka dalam kasus ini. Bagaimana alam bawah sadar mampu dipengaruhi dengan sangat mudah dengan kelihaian kata-kata. Lagi-lagi ‘sumber’ pemikiran dari si pembunuh di luar dugaan dan selalu ada kejutan di akhir peristiwa.

“Karena di sana ada seseorang yang suka berkicau … berkicau seperti burung kecil … Seekor burung kecil berkata padaku itu sebuah pepatah semasa mudanya. Betul, Kemp, burung-burung yang berkicau ini bisa bercerita banyak kalau kita membiarkan mereka ___ berkicau.” (h. 192)

Share:

Saturday, December 17, 2016

Ichiro's Ghost Stories Vol. 1

Judul: Ichiro's Ghost Stories Vol. 1 | Penulis: Makoto Isshiki | Penerjemah: Lenny | Penerbit: Level Comics | Terbit: 2013 | Tebal: 224 hlm | Bintang: 3/5


Ichiro sedikit mengingatkan pada Sin Chan, tapi beda kenakalan. Jika Sin Chan lebih banyak ke arah menggoda gadis-gadis muda dan iseng, Ichiro benar-benar bandel dan selalu ada ide untuk mengerjai orang di sekitarnya, atau binatang. Kadang malah agak sadis. Pokoknya bandelnya gak ketulungan.
 
Sampai suatu hari, Ichiro mengalami kecelakaan dan membuatnya mendapat ‘anugerah’ bisa melihat hantu. Nah, kemampuan ini yang menyebabkan hantu berdatangan meminta pertolongan Ichiro untuk menyelesaikan masalah mereka yang tertunda. Ichiro yang super usil dan nakal harus membantu para hantu tersebut karena jika tidak, mereka akan menghantui Ichiro. Rasa ceritanya nano-nano, ada lucu, sebal, mengharukan, seram. Kisah hantu paling favorit di seri ini adalah yang terakhir, tentang Kakek suka telanjang, meski agak cabul tapi pesannya saya suka.
 
Share:

Thursday, December 15, 2016

Detektif Conan Edisi Spesial Vol. 1

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial Vol. 1 | Penulis: Aoyama Gosho & Yamagishi Eiichi | Penerjemah: M. Gunarsah | Penerbit: Elex Media Komputindo | Terbit: 2001 | Tebal: 186 hlm | Bintang: 2/5


Tidak terlalu berkesan meski ada stempel ‘edisi spesial’ di sampulnya. Kasus-kasusnya lebih pendek dan sebagian besar pembunuh sudah tertebak di awal. Jadi, misterinya lebih ke teknik pembunuhannya.
 
Ceritanya tidak menantang dari Sembilan kasus yang menarik hanya kasus pencurian lukisan yang masih menyimpan misteri, siapa si pelaku perempuan yang berkostum aneh.
Share:

Search

About Me

My photo

Seorang blogger yang suka membuat ulasan buku di Jendelaku Menatap Dunia dan Yuk Membaca Buku Islami

IG: @sinta.705 | email: sinthionk@gmail.com | twitter: @sinta_nisfuanna

Member of BBI

Member of BBI
ID 1301050

Another Blog

  • Think Dinar! - Judul: Think Dinar! | Penulis: Endy J. Kurniawan | Editor: Asma Nadia | Penerbit: *AsmaNadia Publishing* | Terbit: Ketujuh, Juni 2012 | Tebal: xxii + 298 h...
    5 weeks ago
  • Wonderful Life - Judul: *Wonderful Life* | Penulis: Amalia Prabowo | Penyunting: Hariadhi & Pax Benedanto | Penerbit: POP | Terbit: 2015 | Tebal: 169 hlm | Harga: Rp. 50.00...
    5 weeks ago
  • [Coretan Iseng] Pena Atau Mesin ?? - Ada petikan menarik dari buku 1Q84 Jilid 1, Kalimat yang persis sama, saat dibaca pada layar mesin ketik elektronik dan dibaca pada kertas, memberi kesan y...
    1 month ago

Popular Posts

Done!

2016 Reading Challenge

2016 Reading Challenge
Sinta has completed her goal of reading 60 books in 2016!
hide

Blog Buku

Blog Cerita

Kumpulan Ulasan

Copyright © Jendelaku Menatap Dunia | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20